Selasa, 15 Maret 2016

MUSEUM TOSAN AJI PURWOREJO DAN ETNOMATEMATIKA


Museum Tosan Aji yang terletak di jalan Mayjen Sutoyo No.10 Kecamatan Kutoarjo–Purworejo diresmikan pada tanggal 13 April 1987 oleh Gubernur KDH Tingkat I Jawa Tengah Bapak Ismail. Lokasi museum pada waktu itu terletak di Pendopo Kawedanan Kutoarjo. Pada tanggal 10 Juni 2001 oleh Pemerintah Kabupaten dipindah dari Kutoarjo ke kota Purworejo menempati bangunan bekas Pengadilan Negeri pada zaman Belanda, yaitu di jalan Mayjend Sutoyo No. 10 atau sebelah selatan alun-alun Purworejo. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya mewujudkan lokasi terpadu beberapa bangunan bersejarah, seperti Masjid Agung Darul Mutaqin di sebelah barat alun-alun dengan Bedug Pendowonya terbesar di Indonesia mungkin di dunia, dan Museum di sebelah selatan.
Museum Tosan Aji merupakan museum khusus yang menyajikan satu jenis koleksi yaitu Tosan Aji (keris). Tosan Aji merupakan salah satu hasil budaya bangsa sebagai warisan nenek moyang yang menunjukan salah satu identitas budaya bangsa. Suasana di museum ternyata didesain sedemikian rupa agar seakan-akan menikmati alam bersejarah kota Purworejo. Alat, bahan, dan keris yang sudah ada disajikan tepat di ruang paling depan, kita dapat pertama kali menikmati dan mengetahui proses pembuatan keris budaya leluhur bangsa.
Seiring perkembangannya, Museum Tosan Aji tidak hanya menyajikan koleksi Tosan Aji saja, namun juga menampilkan berbagai koleksi benda cagar budaya yang banyak ditemukan di wilayah purworejo, baik pada masa prasejarah maupun masa klasik. Koleksi cagar budaya menambah daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Disamping pengetahuan yang diperoleh ternyata ketakjuban juga dengan kekayaan alam yang dimiliki kota Purworejo.
Koleksi pusaka yang dimiliki lebih dari 1000 bilah terdiri dari keris, pedang, tombak, kujang/kudi, Cundrik Granggang yang berasal dari masa Kerajaan Pajajaran, Majapahit hingga sekarang, dan tersimpan pula benda-benda cagar budaya lainnya seperti Gamelan Kuno Kiyai Cokronegoro, hadiah dari Sri Susuhan Paku Bowono VI kepada Bupati Purworejo Pertama Cokronegoro serta arca, prasati, lingga, yoni, fragmen lumping, guci, beliung, batu gong, gerabah menhir, dan fosil.
            Dari berbagai objek yang terdapat di museum Tosan Aji dapat dimanfaatkan sebagai pembelajaran matematika sebagai peran dari etnomatematika. Berikut adalah objek-objek yang terdapat di museum Tosan Aji dan pemanfaatannya dalam pembelajaran matematika :
No.
Objek Etnomatematika
Identifikasi Unsur Dasar Konsep Matematika
1.
Dari sisi letak pedang yang sejajar, dapat dijadikan bahan pembelajaran matematika tentang kesejajaran garis.
2.


Dari sisi bentuk kowen dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran matematika mengenai grafik kurva sisi lengkung dari fungsi persamaan kuadrat maupun grafik fungsi sin dan grafik fungsi cos dalam trigonometri.
3.
Dari sisi bentuk kujang pada daerah yang tajam, menyerupai jajar genjang, hal ini dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran matematika mengenai bangun datar jajar genjang.
4.
Dari sisi letak samurai, dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran matematika mengenai kesejajaran garis.
5.
Dilihat dari sisi bentuk paron, menyerupai simbol integral.
6.
Dilihat dari sisi bentuk, palu ini menyerupai 2 garis yang tegak lurus sehingga membentuk sudut siku-siku (sudut 90o). Dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran matematika mengenai garis dan sudut.
 7.
Dilihat dari sisi bentuk tombak yang ujungnya runcing, dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran matematika mengenai volume dan luas permukaan bangun ruang
kerucut.

8.
Dari sisi bentuk ububan yang menyerupai grafik kurva sisi lengkung pada fungsi persamaan kuadrat.
9.
Dari sisi bentuk keris dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran matematika mengenai grafik kurva sisi lengkung dari fungsi persamaan kuadrat maupun grafik fungsi sin dan grafik fungsi cos dalam trigonometri.
10.
Dari sisi letak gamelan dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran matematika mengenai kesejajaran dan pencerminan.
11.
Dari sisi bentuk prasasti dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran matematika mengenai volume dan luas permukaan bangun ruang prisma.
12.
Dari sisi bentuk patung dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran matematika mengenai pencerminan.
13.
Dari sisi bentuk gerabah yang menyerupai bola dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran matematika mengenai volume dan luas permukaan bangun ruang bola.
14.
Dari sisi bentuk prasasti ini dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran matematika dalam materi bangun ruang yaitu mengidentifikasi ciri-ciri tabung dan menghitung volume dan luas permukaannya.
15.
Dari sisi bentuk gerabah, dapat dijadikan bahan untuk pembelajaran matematika materi volume dan luas permukaan bangun ruang tabung dan setengah bola (permukaan atas yang cekung menyerupai setengah bola).
16.

Dari sisi bentuk bangunan museum, dapat dilihat terdapat berbagai macam bentuk bangun datar seperti segitiga, jajar genjang, persegi, persegi panjang, trapesium, yang dapat dijadikan bahan belajar untuk materi geometri.


DAFTAR PUSTAKA :
AMI : “Museum Tosan Aji”. http://asosiasimuseumindonesia.org/galeri/2-single-articles/144-museum-tosan-aji.html (diakses pada tanggal 15 Maret 2016)
Informasi Wisata dan Budaya : “Museum Tosan Aji Purworejo”. http://wisatadanbudaya.blogspot.co.id/2009/09/museum-tosan-aji-purworejo.html (diakses pada tanggal 15 Maret 2016)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar